Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tentang Hidup

You Always Have a Choice

Banyak orang mengatakan "saya tidak punya pilihan",tanpa benar-benar menyadari apakah dia sungguh tidak punya pilihan,atau hanya sekedar terlalu takut berada pada situasi di mana dia harus memilih,dan malah kehilangan kesempatan mendapatkan sesuatu yang bagus. Buat saya pribadi,setiap orang selalu punya pilihan. Hanya tergantung pada manusia itu sendiri,dia mau menggunakan hak pilihnya atau tidak? Bukankah lebih baik menyesali suatu pilihan yang kita putuskan sendiri,daripada menyesali hasil dari keputusan orang lain untuk hidup kita? Dan tidak menyesal adalah bonus terbaik yang bisa diberikan hidup atas sebuah pilihan yang kita buat. Saya membuat banyak pilihan atas hidup yang saya sesali dikemudian hari,tapi saya cukup berjiwa besar untuk tidak menyalahkan siapa pun. Untuk apa? Toh,saya yang memilih keputusan tersebut. Penyesalan adalah harga yang harus saya bayar tanpa proses tawar-menawar. Entah kebetulan,atau justru sebuah rencana Tuhan..tapi saya selalu percaya bahw...

Beri Hatimu Waktu Untuk Pulih

Tidak apa..puaskan dulu sedihmu. Jika saat ini segala sesuatu terasa begitu berat untuk kau hadapi,tidak mengapa.. Beri hatimu waktu untuk pulih Aku tahu,saat-saat sendiri begitu sulit untuk kau lewati Ketika setiap  kenangan tentangnya mengusik sendirimu Ketika lelapmu bahkan terganggu hampir setiap malamnya Oleh ingatan,oleh kenangan,bahkan oleh mimpi dan harapan semu setipis kulit ari Tidak apa..kamu berhak untuk merasa sedih Kamu berhak untuk menikmati perihmu sendiri Puaskan hatimu patah Menjalani hari seolah tanpa jiwa Karena jiwa selalu membawa kesadaran yang mengingatkan tentangnya Tidak mengapa,kamu membiarkan jiwamu sedikit beristirahat Senyum terasa begitu pahit Tawa terasa begitu sakit Air mata begitu sulit Kamu meremang dalam getir Merasa hancur dalam sendiri Sedang dia sedang tertawa dan menikmati bahagia yang dibangun dari khianatnya Kamu tahu? Waktu mengembalikan padamu apa yang pernah kamu beri sebelumnya Ketika kamu memberi rasa sakit pada ses...

Merelakanmu

Tiba saatnya,kuakhiri semua.. Kulepas kisah kita selamanya Akan kucoba terus melangkah Walau serpihan perasaan hatiku masih bersamamu.. - Adera,Serpihan hati - Setiap orang,punya alasan mempertahankan sesuatu entah itu hubungan atau apa pun.. Tapi aku tahu,alasan kita bertahan tidaklah bisa dipaksakan. Sudah lebih dari enam tahun kita bersama,dan mencoba berbagai kemungkinan untuk tetap mempertahankan kebersamaan ini. Aku,masih punya harapan..masih ingin bersamamu. Tapi aku juga tahu,ini ga adil buat kamu. Mau sampai kapan,kita mempertahankan seseorang yang kita tahu tidak akan merubah pemikirannya bahkan atas nama cinta sekalipun?? Aku sadar,pandangan mata yang kamu lemparkan ketika melihat pasangan lain. Aku tahu kamu melihat mereka dengan rasa iri. Kamu ingin seperti mereka. Kamu ingin punya pasangan hidup yang terikat secara sah,yang bisa menemanimu bukan hanya untuk beberapa waktu dalam sehari,tapi untuk setiap hari. Setiap saat. Kamu ingin punya seseorang yang mengurus ...

Kangen Jadi Jomblo

Ini tuh semacam rasa bersyukur yang kurang kali,ya? >__< Ada yang saking lamanya berdoa minta pasangan,biar kemana-mana ada yang nemenin,ada yang jajanin,ada yang bayarin,upsss.. Ehhh,ini malah ada yang kangen dengan status jomblo alias ga punya gandengan *wong edannn* Beberapa waktu belakangan,saya sering mikir soal ini. Betapa kebebasan ketika tidak punya pasangan itu nikmatnya mungkin bisa disetarakan dengan status taken. Emang,punya pasangan berarti kita bisa diibaratkan kayak punya sopir pribadi gretong kemana-mana,punya semacam ATM berjalan (yang ga ngaku berarti munafuck..),punya jaminan keamanan lebih baik dibanding jalan sendirian,right sodara-sodara?? Saya ga akan menolak mengakui semua kenikmatan tersebut..tapiiiii,di sisi lain memang selalu ada semacam compare atas segala sesuatu ya *sok menghela nafas* Ketika punya pasangan,seringnya saya harus kompromi dengan maunya doi. Termasuk soal makan dan tempat yang ingin dikunjungi. Berbeda dengan perempuan normalnya,da...

Invasi Para Kutu

Jujur,saya lupa apakah dulu saya pernah mengalami rasanya ternak kutu di kepala atau ga..Membayangkannya aja udah berasa iyuh banget. *ewww* Tapi,sejak anak saya ga lagi tinggal serumah dengan saya, dan berada dalam pengawasan keluarga ayahnya yang notabene masih lingkungan kampung,kutu bukan lagi makhluk aneh buat saya. Sorry to say,bukan saya merendahkan lokasi tempat tinggal atau apa..karena musti diluruskan juga persepsi salah tentang kutu rambut selama ini. Kutu rambut tidak menginvasi kepala yang kondisinya jorok atau kotor aja sis. Bahkan keadaan rambut yang terjaga baik pun tetap bisa kena kutu rambut. Usaha saya untuk mengenyahkan makhluk menyebalkan itu dari kepala anak saya,udah segala macam. Mulai dari dicariin satu-satu,pakai obat kutu rambut Peditox,sampai beli sisir serit yang giginya rapat itu. Bahkan sampai bela-belain beli sisir serit yang harganya sampai 200k. Tapi karena anak saya masih bergaul dan tinggal di lingkungan itu,hasilnya tentu saja nihil alias percuma....

Semua Soal Selera

Pas saya kecil dulu,bokap pernah bilang bahwa perempuan itu sebaiknya memiliki rambut panjang. Biar pas ngobrol berdua sambil santai di teras depan rumah,trus dibelai ga nanggung,gitu.."sayanggggg..." Ga nanggung ngelus dan manggil sayangnya.^___^ Dan karena waktu itu saya juga ga pernah mau ribet sama yang namanya rambut (beda banget sama image Leo yang katanya demen ngurusin rambut >__<..), jadi ya udah dibiarin aja deh tuh jadi panjang ga jelas.Meski ga sampai niat nyaingi nyai Kunti juga,sih. Standar aja paling di punggung. Makin gede,badannya ya bukan bagian lainnya,saya tetap biarkan rambut saya segitu-gitu aja.Ketika udah mulai berasa rese,saya potong sedikit buat rapihin doang. Dan identiknya saya adalah,selalu dikuncir sepanjang hari. Kuncir biasa,ga pake gaya aneh-aneh ala pony tail yang tinggi gitu. Ketika ceweq-ceweq lain sibuk mondar-mandir salon buat smoothing,rebounding,masker dan lain-lain,saya anteng aja cuma keramas pakai shampoo dan condi sesekali....

Ngomongin Mantan

Seperti apa sosok mantan dalam ingatanmu? Sebagai orang yang punya banyak mantan calon pacar-lho?- tapi cuma punya satu yang beneran jadi mantan,saya ga punya banyak kenangan..boleh sombong sebagai ceweq dengan standar ketinggian atau malah gagal pas tahap seleksi ga,sih?? Wkwkwk Di ingatan saya,masih tersisa memori tentang bagaimana saya pernah merasakan sesuatu pada orang tersebut. Tapi saya ga pernah bisa ingat,apa yang membuat saya jatuh hati padanya..Lol Ciusan,klo ditanya apa alasan saya bisa menyukai sang mantan,saya ga bisa kasih jawaban tepat untuk itu. Intinya,saya pernah sangat menyukainya.Udah itu aja. Saya punya kenangan tentang dia,tapi ketika diingat saat ini,rasanya tidak manis atau bagaimana.Biasa saja. Waktu,benar-benar bisa merubah semuanya,bukan? Saya bukan sosok yang menyimpan dendam,meski perpisahan saya dengan mantan bukanlah jenis perpisahan yang bisa dikategorikan baik-baik saja. Saya hanya tipe yang kadang ingat,kadang tidak terhadap segala sesuatunya. Ya,...

Lakukan Untuk Dirimu Sendiri

Jika tak kau temukan alasan apa pun untuk bertahan,jangan memaksa untuk mencarinya. Lakukan untuk dirimu sendiri. Lakukan demi dirimu sendiri.. Kadang,hidup akan membawamu pada suatu keadaan di mana kamu merasa ga punya harapan. Ga punya seseorang untuk diajak berbagi. Hidup,bisa semenakutkan itu.. Jangan memaksa menemukan alasan. Ingatlah,kamu ga perlu alasan apa pun untuk bisa bahagia..Bahagialah,karena kamu ingin. Karena bahagia dengan suatu alasan,jika suatu waktu alasan itu direbut darimu,akankah kamu berhenti untuk merasa bahagia? Tak perlu menunggu memiliki pasangan sempurna untuk bisa merasa bahagia Tak perlu menunggu bisa memiliki barang mewah untuk bisa merasa bahagia Bahagialah,karena kamu berhak untuk itu. Seseorang mungkin membuatmu kecewa dan terluka Keadaan mungkin tak seperti yang kau harapkan Dan mimpimu mungkin sulit untuk diraih Semua itu bukan alasan untuk menjadikanmu tidak bahagia. Kamu diciptakan dengan cinta dari Tuhan,untuk menjelajahi dunia dengan pe...

Ini Apa Namanya?

Seringnya,ketika kamu datang mengunjungiku kita punya rutinitas layaknya pasangan yang sudah lama bersama. Membosankan jika diamati,tapi kita terlanjur nyaman dengan itu. Makan,ngobrol,dan cerita ngalor-ngidul tentang apa aja. Semalam,aku sampaikan kisah yang baru aku baca dimedsos sorenya,tentang kisah cinta pasangan muda selama hampir lima tahun bersama. Standar,sudah terlalu banyak ada dimedsos sebenarnya. Tapi,entah kenapa setiap kali aku baca,aku teringat sesuatu tentang kita. Dalam kisah itu,lagi-lagi perempuan yang harus ditinggal dan menerima kenyataan bahwa pasangannya ternyata tidaklah sebaik yang terlihat selama ini. Ditinggal,sementara sang mantan menikahi yang lain dalam kondisi sedang hamil. Wtf Selesai bilang seperti itu,kamu nanya "Trus,sebenarnya yang ingin kamu tanyakan itu apa? Kamu takut aku nakal di luar sana?" Diiringi penjelasan panjang sebagaimana biasa,bahwa kamu tidak ada keinginan untuk berbuat macam-macam dan mengkhianati aku. Karena apa yang dic...

Belajar Dari Nikita Mirzani

Artis kontroversial satu ini, punya cerita yang ga ada habisnya sejak namanya masuk industri hiburan Indonesia. Mulai dari penampilannya, yang saat itu saya pribadi tidak bisa mengatakan dia cantik,tapi punya keberanian lebih untuk mengumbar auratnya. Hingga keluwesan lidahnya dalam mengomentari segala hal, yang ujung-ujungnya membuat doi terlibat dalam adu fisik,bahkan masuk penjara. Semakin ke sini,Nikita memang jadi semakin enak dilihat..bukan hanya bodynya yang bisa bikin para cowoq meneteskan liur ,saya sebagai ceweq aja sirik liat dia. Tapi wajahnya pun mulai mengalami perubahan signifikan,hasil dari keuletannya mencari nafkah didunia entertainment. Doi mampu untuk membiayai dirinya sebagai ceweq single,dan juga sebagai single parent dari seorang putri cantik. Sekilas,Nikita tampak begitu hebat. Meski banyak menuai hujatan karena keberaniannya mengekspos keseksian tubuh,tapi saya rasa itu pilihan yang dia ambil dengan pikirannya yang waras untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah....

Cinta Punya Masa Expired

Siapa bilang,cinta bisa bertahan selamanya? Buat saya,itu hanya definisi dari mereka yang lahirnya mungkin langsung dewasa,ga merasakan jadi bayi atau balita..^__^ Untuk mereka yang merasakan masa transisi selama hidupnya,akan menyadari dengan jelas bahwa setiap fase hidup punya definisi dan masa berlaku cinta yang berbeda. Ketika masih sekolah dasar,saya belum naksir siapa pun sampai sekitar kelas enam menjelang kelulusan. Meskipun sejak dua tahun sebelumnya, teman-teman sekelas udah heboh comblangin saya dengan seorang cowoq paling judes yang saya kenal sampai saat ini. Serius,saya ga bohong soal frasa terakhir..Cowoq ini adalah sosok laki-laki yang ampun banget judesnya sama ceweq. Untungnya ga cuma sama saya doang,jadi saya ga baperan karena itu. Layaknya anak sekolah dasar,fokus saya masih asyik main-main dan cari posisi aman sebagai anggota geng,hehe..Ditambah lagi saya punya beberapa teman dekat cowoq. Saya sama sekali ga sadar soal ketertarikan terhadap lawan jenis. Dan pas ...

Cerita hari Ini

Ketika rekan kantor lainnya sibuk baca dan komen kisah pembunuhan atau penemuan jasad bayi yang dibuang,saya bersikap biasa aja. Entah kenapa, topik tentang manusia terasa terlalu malesin buat saya.. Kalau saya baca pun,reaksi saya biasa aja. Kecuali topik kekerasan pada anak,setidaknya saya punya reaksi yang lebih responsif. Selebihnya,nothing to says lah.. Topik yang menyita perhatian dan perasaan saya adalah tentang kekejaman manusia pada hewan. Tidak,saya bukan seorang vegetarian karena saya penyayang hewan garis keras. Selayaknya manusia normal lainnya,saya masuk kategori pemakan segala yang dihalalkan oleh agama. Hanya saja,respon manusia lainnya pada binatang yang bukan sewajarnya sangat memancing emosi saya. Kadang,hanya membaca clickbait dari suatu tulisan dan melihat gambarnya sekilas saja,bisa membuat dada saya sesak dan mata berkaca-kaca. Bagaimana bisa,makhluk ciptaan Tuhan yang katanya paling sempurna malah mendzalimi makhluk lain yang posisinya jauh lebih lemah dariny...

Harga Sebuah Pilihan

Berani mati itu ga keren Yang keren itu,berani untuk hidup Kenapa? Karena sudah terlalu banyak orang yang mengklaim bahwa mereka tidak takut mati. Tapi,alasan mereka menyatakan keberanian tersebut itu apa? Menurut saya pribadi,alasan mereka cuma karena takut hidup. Buat mereka,hidup terlalu menakutkan untuk dihadapi. So,coba pikir,lebih hebat mana? Yang berani mati atau yang berani hidup? Ketika seseorang memutuskan untuk mati,berarti dia memutuskan untuk berhenti berjuang. Berhenti memperjuangkan hal-hal yang sebelumnya memberi arti untuk tetap hidup.Terlalu takut untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan terburuk yang terjadi. Bagi saya,kemungkinan adalah kemungkinan..alias bisa kejadian,bisa juga tidak. Tapi antisipasi tetaplah diperlukan untuk segala sesuatu. Berjaga-jaga itu harus. Untuk setiap pilihan yang kita buat,ada harga yang harus kita bayar. Suka atau tidak. Mau atau tidak. Keputusan saya bertahan disituasi saat ini adalah karena fleksibilitas yang diperlukan untuk ana...

Emansipasi atau Eman si Sapi

"Makanan di tempat anu enak ya..kemarin gw udah nyobain." "Iya,sih...Tapi itu kan harganya mahal ?!" .......... Krik krik krik Ga bisa jawab. Ya iyalah,soalnya situ kan ga merasakan bayar alias keluar uang. Yang bayar pasangannya. Dirimu tinggal datang,duduk,pesan dan makan. Beuh,nikmatnya hidup. Ini semacam emansipasi bukan sih?! Saya bukannya nyinyir,tapi ini semacam pesan buat anak saya saat dia besar nanti. Semoga kamu ga jadi wanita yang bikin Kartini malu,ya,Nak.. Lahir dikeluarga yang memiliki garis campuran alias ga jelas,bikin saya ngerasain yang namanya krisis identitas. Mama papa saya campuran antara Manado yang berkulit putih dengan cina Betawi yang coklat dan ga sipit. Lalu besar di lingkungan muslim hingga saya lulus SMA. Terlibat kegiatan ekskul dengan beragam kegiatan membumi banget. Dan sekarang saya bekerja didivisi yang isinya perempuan cina semua. Klo mau menggambarkan bentuk saya,kulit saya ga putih banget kayak cina,tapi orang mengatakan...

Kita (Bukan) Teman

Teman,bukan yang ketawa-ketiwi bareng. Bukan yang jalan bareng dan ngomongin orang bareng. Yang haha-hihi bareng. Kalau definisi teman sesimple itu,maka jumlah temen saya pasti banyak banget. Sayangnya,saya ga segampangan itu *kibas rambut* Udah terlalu banyak fake friend di dunia inih,pemirsah.. Yang saat kumpul bareng keliatan kayak sahabat sejati,secemara,sepinus *apaan sih?* Ngomongin si anu sambil ketawa heboh,sumpahin artis itu kayak dirinya paling bener sedunia. Bahas kelebihan pasangan dan total harta yang bisa dipakai buat usaha dengan gaya sok merendah. Bahas kemaren abis libur main ke emol mana,beli minum apa,makan apa dan harganya berapa. Ketika mereka ketawa-ketiwi heboh ngomongin begituan,saya di pojokan ngemil sukro sambil ngelap ingus *miris* Atau acara pura-pura merendahkan diri sambil meninggikan mutu..maksudnya apa coba? Situ ga usah ngapa-ngapain juga,keliatan kok aslinya dalam keseharian. Ga usah ngomong pakai toa,umbar segala sesuatu tentang hidup anda.  ...

Ga Posting Ga Happy

Zaman now,siapa yang ga punya instagram?Siapa yang ga punya twitter? Siapa yang ga main Tik Tok? Mungkin,klo dapet pertanyaan kayak gitu cuma gw seorang yang ngacung alias angkat tangan kali,ya..Yup,gw ga punya Instagram sejak pertama kali aplikasi sharing gambar dan video itu lahir ke tengah peradaban ini. Dan yup juga,gw ga pernah main Twitter. Pas zaman seru-serunya twit war,gw sama sekali ga ngerti apa perlunya punya Twitter >_____< Padahal anak gw aja punya,lho..Dasar,emak-emak ga gaul.*Bahh* Lagipula,setelah gw pikir-pikir perlunya punya aplikasi kayak gitu tuh apa? Gw suka foto,tapi bukan selfie. Muka gw lebar begini,boros buat dipajang di layar handphone. Lebih nyaman ala-ala candid gitu. Gw suka jalan-jalan dan makan,tapi perlunya apa orang tau apa yang gw makan atau gw lagi di mana dan ngapain? Gw pan bukan artis. Gw ga suka pamer-pamer segala macem hal kayak gitu. Sesekali,gw sama pasangan emang pajang foto. Tapi bisa diitung pakai jari sebelah tangan aja jumlah pos...

Penting Ga Penting

Hari ini di kantor ada tes -lagi- untuk semua karyawan. Dimulai dari divisi gw,accounting. Jujur,malesin banget deh kalo berurusan sama hal-hal macam gini. Tujuannya apa,coba? Kalo hasil tes loe bagus,trus jadi naik gaji gitu? Atau kalo hasilnya jelek,loe bakalan dipecat dari perusahaan karena hasil jelek menandakan kalo loe tuh bego?!Arggghhh... Alasan kantor gw ngadain tes lagi adalah, karena manajemen perusahaan beli sistem baru untuk diujikan saat seleksi penerimaan karyawan baru. Dan sebelum dilaunching buat ngetes orang baru,maka dicoba dulu pada karyawannya.Jadi intinya,gw dan rekan kerja lainnya adalah sejenis kelinci ga imut yang diuji coba untuk suatu produk besutan teranyar. Emang tesnya apaan,sih? Ya,biasalah..kayak tes-tes yang biasa loe temuin pas baru lamar kerja gitu. Ada psikotes,ada hitung-hitungan,dan segala macam. Buat gue,kalo untuk psikotes yang berhubungan dengan kepribadian gitu ga masalah. Kebetulan udah beberapa kali tes psikotes,dan gue lulus sesuai penempa...

Ilmu Ikhlas

Ilmu ikhlas tidak datang pada mereka yang memang punya kemampuan untuk kehilangan tanpa harus meratap atau menyesal. Coba perhatikan,pada zaman nabi dulu ketika diminta untuk mengorbankan anak lelaki satu-satunya yang ditunggu lama. Ingat,itu anak satu-satunya. Sebagai orang tua,bagaimana perasaan sang bapak? Di mana pada masa itu,anak lelaki adalah tampuk harapan dan kebanggaan sebuah keluarga. Yang akan mewarisi seluruh hal tentang orang tua,baik harta maupun kedudukannya dalam masyarakat. Lalu bergeser ke zaman ini,ilmu ikhlas tidak datang pada mereka yang secara materi berkecukupan,secara status kepemilikan atas apa pun bisa dibilang berlebih. Tidak. Mereka yang diuji adalah mereka yang dalam keadaan bisa dikatakan kurang,atau bahkan sangat kurang. Karena,bukankah sesuatu lebih terasa berharga ketika kita memilikinya sedikit? Ketika kita dikelilingi dalam semua kecukupan,rasanya segala sesuatu tampak biasa saja. Seperti udara dan air. Pernah berpikir tentang mereka yang tergelet...

Jangan Sembarangan Berbagi

Mereka yang hidupnya beneran bahagia,tidak mencari pengakuan dari orang lain. Baik berupa like dipostingan media sosial,share picture di berbagai update perpesanan,atau sekedar pamer langsung via omongan. Sedikit banyak saya percaya dengan doktrin itu. Meski di sisi lain,ada pembenaran bahwa mereka yang sering share segala sesuatu tentang hidupnya hanya sekedar ingin berbagi aja. Masalahnya,setelah ditelaah lebih lanjut,ternyata ditemukan bahwa bahkan dibalik alasan sekedar ingin berbagi saja pun,ada motif narsisme terselubung*tsaahhh* Memang sih,bohong aja jika kita share sesuatu tanpa maksud apa pun di baliknya.. Kayaknya hampir ga mungkin. Trus tujuan saya sharing diblog ini apa? Ini tempat saya cerita segala macem. Mulai dari hal remeh-temeh sampai yang agak berat dan menguras kantong macem review ala-ala blogger kondang-padahal kagak- >_< Blog ini jadi ajang saya refleksi diri dan mengurangi pembicaraan ga penting dengan orang-orang tanpa label dalam hidup saya.Melabeli s...

Arti Namamu

Tidak seperti kebanyakan calon orang tua lainnya,yang dari jauh-jauh hari,bahkan ada yang sejak sebelum menikah,sudah sibuk cari nama buat calon anak mereka nanti. Saya,menamai anak perempuan saya pada hari pertama kelahirannya. Tidak pernah dipikirkan sebelumnya,apalagi dicari-cari dari buku arti nama-nama anak menurut ini menurut itu.. Rania Luna Namira.Saya suka nama itu. Kata orang tua saya,-dan mungkin seluruh orang tua zaman old-nama adalah doa bagi si anak. Karena seumur hidupnya nama sekaligus doa itu akan melekat padanya,maka tidak baik sembarangan memberi nama. Asal jangan sampai memaksakan kehendak,sampai si anak nantinya malah keberatan nama aja. Kenapa saya menamakan putri saya dengan nama itu? Sejak sekolah dasar dulu,saya mengetahui entah darimana gitu..,Rania adalah nama dari seorang ratu. Tepatnya ratu dari Yordania. Dia cantik dan luar biasa. Saya pun berharap putri saya tumbuh dengan luar biasa seperti beliau. Sedang Luna adalah bahasa Latin untuk bulan atau inda...